Identifikasi Perilaku Abnormal pada Anak Usia Dini - Sekolah Dasar
MAKALAH
IDENTIFIKASI PERILAKU ABNORMAL
PADA ANAK USIA DINI – SEKOLAH DASAR
GAY, LESBIAN, DAN BISEKSUAL

Mata Kuliah :
Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fadzlul, S.Psi., M.Psi., Psi
Disusun Oleh : Ulfatul Khabibah (A1E114032)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
TA. 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budaya-budaya
memiliki penerimaan yang beragam terhadap homoseksualitas, seperti halnya
persetujuan terhadap seks di luar nikah. Pembentukan identitas seksual menjadi
lebih menantang bagi remaja gay, lesbian homoseksual dan biseksual daripada
rekan-rekan heteroseksual mereka. Terdapat variasi luas dalam pembentukan
identitas seksual, bergantung pada faktor-faktor pribadi, keluarga, dan
masyarakat.
Sebagian
orang mengatakan bahwa penyimpangan seksual seperti gay, lesbian dan biseksual
dapat diketahui sejak anak masih berada pada usia dini. Anak-anak yang suka
bermain dengan benda-benda yang dianggap sebagai mainan bagi lawan jenisnya,
berarti ada kecenderungan anak tersebut menjadi sosok homoseksual ataupun
biseksual.
Anak
laki-laki yang senang bermain dengan lawan jenisnya saat duduk di bangku SD
seringkali dikucilkan oleh teman-temannya. Begitupun sebaliknya, anak perempuan
yang cenderung aktif dan suka bermain dengan anak laki-laki sebayanya juga
dicemooh. Mereka akan mendengar teman-temanya memberi julukan “tomboy-banci-bencong-homo-lesbi”
dan sebagainya.
Benarkah
anak-anak tersebut memiliki kecenderungan untuk mengalami penyimpangan seksual?
Dari latar belakang diatas, penulis mengangkat kasus gay, lesbian, homoseksual
dan biseksual untuk diketahui lebih lanjut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan gay,
lesbian, homoseksual, dan biseksual?
2. Bagaimana ciri-ciri anak yang
mengalami penyimpangan seksual?
3. Apa penyebab terjadinya
penyimpangan seksual?
4. Apa saja kemungkinan bantuan yang
dapat diberikan untuk anak yang mengalami penyimpangan seksual?
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian
1. Gay
Gay adalah sebuah istilah yang umumnya
digunakan untuk merujuk orang homoseksual atau sifat-sifat homoseksual. Istilah ini
awalnya digunakan untuk mengungkapkan perasaan "bebas/ tidak
terikat", "bahagia" atau "cerah dan menyolok".
2. Lesbian
Lesbian adalah wanita
atau cewek yang secara seksual lebih tertarik kepada sejenisnya daripada
lelaki. Wanita heterosekual hanya tertarik pada lelaki saja.
3. Biseksual
Biseksualitas merupakan ketertarikan romantis, ketertarikan seksual, atau kebiasaan seksual kepada pria
maupun wanita. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks ketertarikan manusia
untuk menunjukkan perasaan romantis atau seksual kepada pria maupun wanita
sekaligus. Istilah ini juga didefinisikan sebagai meliputi ketertarikan
romantis atau seksual pada semua jenisidentitas gender atau pada seseorang tanpa mempedulikan jenis kelamin atau gender biologis orang
tersebut, yang terkadang disebut panseksualitas.
B. Ciri-Ciri
Ciri-ciri Gay
1. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim dan
perhiasan yang dikenakannya pun cenderung “ramai”.
2. Secara kepribadian, kaum gay cenderung pendiam, tertutup,
tidak suka bergaul dengan banyak orang. Bicara seadanya dan cenderung lembut.
Ciri Lesbian:
1. Ada yang berpenampilan layaknya seorang laki-laki atau yang
sering disebut tomboy. Tapi tomboy tidak menjamin dia seorang lesbian.
2. Sering memegang bagian tertentu dari tubuh wanita sudah bisa
dipastikan kalau dia adalah seorang lesbian.
3. Kalau pun memiliki pasangan laki-laki, wanita lesbian ini jarang
bahkan tidak pernah bermanja-manja dengan pasangannya.
4. Berbaik hati dengan teman wanitanya dan kebaikannya sangat
berlebihan. Bukan diukur dari pemberiannya tapi kemampuannya dalam memberi juga
bisa menjadi ciri-ciri wanita lesbi.
5. Menggunakan lambang Rainbow Flag dalam berbagai
pernak-perniknya. Tas, pin, stiker, gelang, kalung, kaus kaki dll.
6. Menggunakan simbol pink triangle terbalik. Pada zaman Perang
Dunia II, tentara Nazi memberi label untuk menandai tawanannya dengan beberapa
warna. Para gay diberi simbol segitiga pink terbalik, sementara para lesbian
dan pekerja seks komersial mengenakan simbol segitiga hitam terbalik. Tapi
sekarang lambang universalnya adalah segitiga pink terbalik
7. Memilih mullet
haircut atau cepak
sebagai model rambut, namun tidak menutup kemungkinan yang girly juga ada.
C. Penyebab Gay, Lesbian, dan
Biseksual
Sigmund Freud, seorang ahli
psikoanalisis menyatakan, usia 4-6 tahun merupakan fase paling menentukan untuk
terjadinya penyimpangan seksual. Saat itu, anak masih dalam fase genital. Masa
di mana anak menyukai memainkan genitalnya dan mendapatkan suatu kenikmatan.
Perilaku anak pada masa genital itu masih tergolong normal, asalkan mereka
dapat melaluinya dengan baik. Tetapi akan berbahaya jika proses identifikasi
pada dirinya mengalami kegagalan.
Sementara ahli lain berpendapat,
biseksual terjadi justru pada saat masa pubertas. Pada masa pubertas, terjadi
hubungan persahabatan yang mendalam, perasaan romantis yang kuat, dan pengalaman-pengalaman
seksual yang baru. Misalnya, pada anak laki-laki yang membandingkan besar alat
kelaminnya, saling melakukan onani, dan lain-lain. Pengalaman ini memberikan
dampak, ternyata teman-teman lelaki pun bisa memberikan kegembiraan seksual. Pengalaman
ini terkadang ingin diulangi setelah ia menikah dengan wanita.
Tidak
semua kaum gay, lesbian homoseksual dan biseksual mengungkapkan hal yang sama,
namun sebagian besar mengungkapkan bahwa dari mereka harus melalui urutan tiga
fase sebelum identitas sosial itu diketahui.
1. Merasa berbeda ( 6 – 12 tahun)
2. Kebingungan (11- 15 tahun)
3. Penerimaan – diri (akhir masa
remaja)
Setiap kasus LGBT unik. Ada yang memang
disebabkan karena kelainan hormonal, fisiologis, atau adanya pengalaman
traumatis tertentu. Selain itu ada juga yang perilakunya tersebut diakibatkan
pengaruh lingkungan.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dianggap
sebagai perilaku abnormal. Namun, keberadaannya tidak dapat dipungkiri sebagai
fakta sosial yang ada.
Seandainya anak memperoleh pengasuhan tepat,
dekat dengan orangtuanya baik ayah dan ibu, serta memiliki nilai agama yang
kuat, ada jaminan tidak akan terpengaruh.
Orang tua harus jeli melihat keseharian
perilaku buah hati. Sebagai pihak yang sering menghabiskan waktu bersama anak,
orang tua tentu dapat mengamati perilaku anak. Cara tersebut juga bisa menjadi titik awal
mengetahui apakah ada perbedaan dalam orientasi seksual si anak atau tidak.
Perhatikan gaya bicara, berpakaian, tingkah laku, dan juga teman-temannya.
Orientasi seksual tidak dapat ditentukan dari
permainan apa yang dipilihnya. Pasalnya ciri-ciri apakah seorang anak termasuk
homoseksual baru bisa terlihat ketika anak sudah memasuki masa pubertas.
Perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender
(LGBT) dapat terpengaruh dari lingkungan. Namun, prosesnya tidak semudah itu.
Banyak hal yang membuat seseorang mampu terpengaruh, di antaranya latar
belakang, nilai agama, dan pengalaman.
Pada anak sekolah dasar, termasuk
masa usia dini, minat seksual merupakan perpanjangan dari sensasi yang
menyenangkan dan rasa ingin tahu (Danim, 2013: 70). Pada masa kecil menengah,
hasrat seksual menjadi lebih terarah pada tujuan tertentu. Rasa ingin tahu
dan eksperimen seksual jelas dan bahkan
terus meningkatkan frekuensinya selama mereka berinteraksi dengan teman-teman
sekelasnya. Hubungan antara sesama anak usia sekolah dasar dan pola permainan
mereka banyak diwarnai oleh hasrat seksual ini.
Anak
usia sekolah dasar sesungguhnya masuk ke dalam kategori masa pra-remaja yang
sering disebut sebagai masa kanak-kanak akhir atau tahun-tahun formatif, yaitu
periode anak antara usia 10 dan 11 tahun. Pada saat ini, fasinasi seksualitas
anak-anak disertai dengan perubahan hormon dan fisik yang terjadi dalam tubuh
mereka. Dengan perubahan ini muncul kesadaran tentang tubuh, sehingga mereka
akan menghindarkan diri dengan tampilan yang telanjang di depan teman-teman dan
orang tua mereka.
Anak
usia 10 atau 11 tahun, sekitar kelas 4 – 5 SD biasanya terus mengasosiasikan
dan bermain dengan teman-teman yang sama jenis, meskipun pada masa ini mereka
sudah menyadari minat tinggi dengan teman-teman sepermainan lawan jenis.
Perkembangan kepentingan seksual tereplika dalam bentuk komentar, lelucon, dan
catatan tertentu.
Kebanyakan
“permainan seks” (seksplay, tidak dalam makna hubungan seksual) bagi
anak berusia 10 – 11 tahun adalah antara teman yang sama jenis, meskipun mereka
banyak bicara tentang lawan jenis. Permainan seks secara “homoseksual” umumnya
mereka lakukan dalam bentuk memamerkan alat kelamin satu sama lain dan ini
tidak benar-benar berarti homoseksual.
B. Kemungkinan Bantuan
1. Layanan BK dapat diberikan kepada
anak dengan kecenderungan melakukan penyimpangan seksual, dengan penerapan
berbagai bidang pengembangan karena penyimpangan seksual disebabkan oleh banyak
faktor.
2. Layanan konseling individual
sebagai jantung hatinya konseling bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk
mengajak dan mengarahkan anak kepada perilaku seks yang normal.
3. Layanan informasi juga sangat
penting diberikan kepada siswa sebelum ia melakukan penyimpangan seksual.
4. Koordinasi yang baik antara guru
BK dengan orang tua si anak, melalui kunjungan rumah.
5. Layanan bimbingan kelompok bisa
diberikan untuk menyadarkan si anak terhadap kehidupan pelaku penyimpangan
seksual yang sesungguhnya.
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
1. Gay adalah sebuah istilah yang
umumnya digunakan untuk merujuk orang homoseksual atau sifat-sifat homoseksual.
2. Lesbian adalah wanita
atau cewek yang secara seksual lebih tertarik kepada sejenisnya daripada
lelaki. Wanita heterosekual hanya tertarik pada lelaki saja.
3. Biseksualitas merupakan ketertarikan romantis, ketertarikan seksual, atau kebiasaan seksual kepada pria
maupun wanita.
Ciri-ciri Gay
1. Terlihat sangat feminim dan perhiasan yang dikenakannya
pun cenderung “ramai”.
2. Secara kepribadian, kaum gay cenderung pendiam, tertutup,
tidak suka bergaul dengan banyak orang. Bicara seadanya dan cenderung lembut.
Ciri Lesbian:
1. Ada yang berpenampilan layaknya seorang laki-laki atau yang
sering disebut tomboy. Tapi tomboy tidak menjamin dia seorang lesbian.
2. Sering memegang bagian tertentu dari tubuh wanita sudah bisa
dipastikan kalau dia adalah seorang lesbian.
3. Kalau pun memiliki pasangan laki-laki, wanita lesbian ini jarang
bahkan tidak pernah bermanja-manja dengan pasangannya.
B. Saran
Kepada
Guru pembimbing di sekolah dasar ataupun guru kelas baiknya mengetahui beberapa
kriteria anak yang berpotensi untuk mengalami penyimpangan seksual. Memang
benar kemungkinan untuk melakukan penyimpangan seksual tidak dapat dideteksi
sejak usia dini, namun alangkah baiknya jika pencegahan dilakukan sejak usia
dini, melalui pengarahan dan penempatan yang sesuai dengan jenis kelamin dan
kedudukan gendernya.
Daftar
Pustaka
Berk, Laura E. 2012. Lifespan
Development (Dari Prenatal Dampai Remaja) Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Danim, Sudarwan. 2013. Perkembangan
Peserta Didik. Bandung: Alfabeta.
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/01/27/o1l4ro365- perilaku-homoseksual-tak-dapat-dilihat-dari-pilihan-bermain-saat- anakanak.
Komentar
Posting Komentar