KETAHANAN NASIONAL DI BIDANG EKONOMI (Plus Kasus)
MAKALAH
KETAHANAN NASIONAL DALAM ASPEK EKONOMI
“MINYAK DUNIA TURUN, KENAPA BBM NAIK?”
(Oleh: Ulfatul Khabibah)
A. Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional aadalah suatu kondisi dinamis suatu
bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman,
gangguan, hambatan dan tantangan, baik dari luar negeri maupun dari dalam
negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa, dan negara serta perjuangan dalam mengejar tujuan
nasional Indonesia(Suradinata,2005:47).
Dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan oleh Winarno, (2007:170)
konsep ketahanan nasional merupakan pendekatan yang digunakan bangsa Indonesia
dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan
nasionalnya.
B. Pengertian Ketahanan Ekonomi
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai
kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari
dalam baik secara langsung maupun tidsak langsung untuk menjamin kelangssungan
perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
STUDI KASUS
A. Masalah
Perekonomian yang sedang dialami Bangsa Indonesia?
Masalah perekonomian di Indonesia
yang terjadi bukan hanya masalah deflasi dan inflasi. Sektor ekonomi riil,
seperti industri rumah tangga, pangan maupun jasa pun terkadang masih mengalami
hambatan hingga saat ini sehingga masalah perekonomian yang ada di Indonesia belum
tuntas sepenuhnya. Jika ingin menghubungkan masalah perekonomian dengan
pengangguran dan kemiskinan tentu kondisi di indonesia jauh disebut stabil.
Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokook pun serinh kali mengalami
kendala. Alhasil kita harus berulang-ulang meng-impor beras atau gandum dari
negara lain, output pengeluaran kita sampai sekarang masih belum cukup untuk
memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Ditambah lagi, harga BBM yang makin
melambung tinggi yang menyebabkan rakyat miskin semakin menderita, karena jika
harga BBM naik maka secara spontan harga-harga barang ikut melambung tinggi.
B. Pro-Kontra
dinaikkannya BBM
Berbeda degan proses kenaikan BBM di
era SBY, di pemerintahan Bpk. Joko Widodo, jumlah pro dan kontra nyaris
sebanding. Pendukung Jokowi hampir semuanya mendukung kenaikan BBM, sementara
yang tidak memilih Jokowi pada pilpres lalu punya kesempatan untuk menyindir
atau sekedar menyampaikan kekesalan pada rekan-rekan pendukung Jokowi.
Padahal, mantan Capres Bpk. Prabowo
Subianto juga sempat menyatakan akan menaikkan harga BBM diatas Rp 10.000,-
bahkan beberapa media mencatat Rp 12.000,- sebagai angka ideal. Tapi, saat
Jokowi mwnaikkan harga BBM menjadi Rp 8.500,- masyarakat yang tidak mendukungnya
seolah lupa bahwa “siapapun yang menjadi presiden menaikkan BBM “PASTI
TERJADI”.
C. Alasan Naiknya
BBM
Menaikkan harga
BBM saat ini bisa dijadikan sebagai pembentukan mental masyarakat dan pasar
agar tidak terlalu kaget jika nantinya harga minyak dunia kembali naik,
sementara dana subsidi sementara dana subsidi yang sebelummya digunakan untuk
anggaran BBM bisa dialokasikan untuk sektor lain seperti pembangunan
infrastruktur dsb. yang bisa meningkatkan pendapatan negara.
Selain itu,
pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi BBM hanya dibatasi 46 Juta KL di
tahun ini. Kalau tidak dinaikkan, pasti akan jebol dan pemerintah melanggar UU
APBN. Meskipun dengan menaikkan harga BBM tidak membuat masyarakat berhenti
memakai BBM, namun setidaknya hal ini dapat mengurangi pemakaian BBM di semua
kalangan.
Harapannya,
pemerintah tidak melanggar UU APBN lagi, seperti pada tahun 2011 lalu, pada
tahun itu terjual 800.000 unit motor dan 900.000 unit mobil baru, yang
mengakibatkan konsumsi BBM subsidi membengkak mencapai angka 41,8 juta KL,
sementara kuotanya hanya 40 juta KL.
Selain itu, jika
harga minyak dunia tetap turun dalam kurun waktu yang cukup lama, menaikkan
harga BBM juga sangat berdampak bagus bagi perekonomian kita jangka panjang.
Dan faktanya, subsidi BBM dinikmati lebih dari 70% oleh kelas menengah pemilik mobil pribadi dan sepeda
motor bersilinder tinggi. Padahal seharusnya, sesuai dengan ketentuan UU yang
telah ditentukan, di dalam Pasal 7 Ayat (2) disebutkan bahwa subsidi disediakan
untuk kelompok masyarakat tidak mampu.
D. Benarkah keputusan
menaikkan BBM di bulan Ini?
Naiknya harga BBM pasti membuat
masyarakat semakin meresah, unjuk rasa dan protes dari berbagai kalangan
masyarakat terus bergulir di berbagai wilayah di Tanah Air. Berbagai unjuk rasa
dan protes ini banyak dilakukan oleh kalangan menengah bawah dan masyarakat
tidak mampu, buruh, nelayan, pedagang, hingga mahasiswa. Mereka menuturkan
bahwa pihak yang paling menderita akibat kenaikan BBM adalah rakyat kecil,
karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit, karena jika harga
BBM naik, maka secara spontan harga-harga barang pun ikut melonjak tinggi.
Keputusan pemerintahan Jokowi
menaikkan BBM saat ini justru sebenarnya adalah keputusan yang terlambat. Meski
memang keputusan SBY tetap menahan agar BBM tidak Naik di akhir masa jabatannya
juga tidak bisa dibilang kesalahan.
Hal ini akan jelas dikatakan sebagai
kesalahan jika terus menahan harga BBM dan baru dinaikkan tahun depan. Sebab
tidak lucu juga jika pemerintah “menunggu” Januari, karena disana ada event
nasional dan tutup tahun. Sementara menunggu hingga April atau Juni bisa saja
harga minyak dunia sudah naik.
Daftar Pustaka
Kaelan
dan Achmah Zubaidi. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta:
Paradigma
Winarno.
2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara
http://m.okezone.com
Like (y)
BalasHapus